Rabu, 26 Maret 2014

Tolong cintai aku...untuk sekali lagi... Prolog




'Andai mampu kuputarkan waktu....tak akan kulepaskan eratnya jemarimu......'


Prolog

Sebaik pintu D'Embassy Club itu dibuka, Mellisa terus melangkah masuk. Pandangan matanya dilemparkan kesekeliling kelab tersebut. Sunyi sepi. Sekilas itu jam di tangannya di kerling. Baru pukul lapan malam. Patutlah keadaan kelab tersebut masih lengang lagi. Masih terlalu awal rupanya. Desisnya di dalam hati. Tanpa mengendahkan keadaan ketika itu, Mellisa terus berjalan perlahan menuju ke satu sudut yang berhampiran dengan grand piano diletakkan.

"Lisa"

Mellisa berpaling apabila terdengar namanya diseru oleh seseorang. Melihat kelibat gerangan lelaki yang memanggilnya, Mellisa terus mengukirkan senyuman manis di bibir.

"Where have you been?" soal lelaki cina yang bernama Chris itu sebaik tubuh tinggi lampai Mellisa
dihampiri.

"Holiday," balas Mellisa sepatah dan dengan senyum yang masih mekar di bibir.

"It's almost six months I think.."

Mellisa mengangguk.

"So now, tell me where have you been?"

"Japan...." sepatah lagi Mellisa membalas seolah-olah malas untuk membuka cerita. Baginya biarlah apa yang berlaku hampir setahun yang lalu menjadi sejarah di dalam hidupnya dan kalau boleh kisah itu tidak mahu diingati lagi. Kalau boleh dia lebih rela ianya terus hilang dari ingatan dan selamanya terpadam.

"So, bila you balik sini?" soal Chris lagi masih lagi tidak jemu mengorek cerita.

Mellisa tersenyum nipis. "I baru sampai semalam dan minggu depan I akan balik US.."

Sudah bulat mata lelaki cina tu memandang ke arah Mellisa. "You nak stay sana?" soalnya memohon kepastian.

Sekali lagi Mellisa mengangguk.

Chris melepaskan nafas berat. Kepalanya digelengkan perlahan.

"Why?" soal Mellisa apabila melihat kelat wajah lelaki di hadapannya itu.

"Ermmm….I'm gonna miss you Lisa." perlahan Chris membalas.

Mellisa tergelak kecil. Tidak habis-habis lelaki yang bernama Chris ini cuba mencuri hatinya tapi tak pernah walau sekalipun luahan cinta lelaki itu disambut mesra atau terketuk di dasar hatinya.

"I'm gonna miss you too Chris… but as a friend …a very good friend…"

Chris terdiam. Wajah Mellisa di renung dalam. Mellisa memang cantik orangnya. Berkulit putih, tinggi lampai, berwajah bujur sirih,berbibir mongel, bermata redup dan mempunyai hidung yang  mancung. Wajah kemelayuannya jelas ketara. Rambutnya pula ikal separas dada. Hati siapa yang tidak

[resensi novel] Dalam Pelukan Bintang;seharusnya tidak ada cinta salah paham



Judul buku             : Dalam Pelukan Bintang
Penulis                     : Rini Zabirudin
Penerbit                   : Amore
Terbit                        : -, 2013
Tebal buku             : 320 hlm
ISBN                          : 978-602-03-0069-6
Gemes banget, pas baca novel Dalam Pelukan Bintang (DPB) karya Rini Zabirudin. Apa pasalnya? Ryan si tokoh utama cowok yang katanya playboy tapi merayu Jasmine saja tidak kuasa. Benar kata temannya, Aji, kalau Ryan sekarang ini sudah pudar pesonanya.
Kisah dibuka dengan alasan yang agak aneh sebenarnya. Ryan tidak menyukai Jasmine, mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi, menginap di rumahnya dengan dalih ia tidak ingin kamar adiknya, Mel, berubah dari keadaan semula. Sedangkan Mel sendiri tidak keberatan kamarnya dulu sebelum pindah rumah bersama sang suami, Elang, dihuni oleh Jasmine. Alasan ini yang membuat gue sedikit terkejut. Ryan sebegitu tololnya ya? Dan kalian pasti tahu kondisi dua orang yang tidak sepaham tinggal serumah. Ryan terus menggerutu terang-terangan dan Jasmine mencoba menghindari konflik dengan Ryan.
Cerita bergerak maju dan mulai kelihatan romantis. Tapi kata romantis disini kayaknya perlu gue tambahkan satu kata lagi, romantis sinetron. Jadi banyak sekali adegan yang menurut gue kaku buat disebut romantis. Contohnya saat Ryan dan Jasmine jatuh ke ranjang secara tumpang tindih. Konyolkan mesti ada adegan begitu?
Gue juga terganggu dengan bahasa yang digunakan. Setting cerita anak kuliahan dan pekerja baru dengan jiwa masih gres, masih menggunakan kata ‘kau’. Membaca novel ini serasa membaca novel jaman dulu waktu gue masih kecil. Dan cara penceritaan begini mengurangi rasa novelnya. Itu pendapat gue.
Kenapa gue bisa memilih novel ini?
Dari segi cover yang simple (opini pribadi) yang seperti gambar crayon membuat gue memutuskan untuk membelinya. Harapan di awal, gue akan menemukan letupan-letupan yang enggak biasa dari cover yang cukup menarik ini. Namun sayang banget, letupan itu enggak ada.
Selain alasan tadi, novel ini juga udah gue incar sejak gue memposting Wishfull Wednesday (WW) bulan Nopember kemarin. Dan akhirnya terwujud.
Terus eksekusi cerita di akhir novel, bagi gue juga terasa ngambang dan sangat cepat. Jadi pernikahan yang sudah berumur seminggu dan enggak terjadi hubungan suami istri karena adanya salah paham, bisa dijelaskan dengan obrolan yang begitu singkat. Ayolah, ini terlalu mengada-ada, jadi kehambaran seminggu itu apa!
Kayaknya di novel ini juga banyak kesalahan ketik seperti :
Hal 136
Kapal terbaika?” seharusnya Kapal terbaik?”
Hal 67
Ke dalam kocokan telurn seharusnya ke dalam kocokan telur
Pesan yang ingin disampaikan novel ini mungkin begini: Cinta itu tidak seharusnya mengenal salah paham sebab cinta itu kejujuran

Review Novel “Cinta yang Terlambat”

Filed under: Buku Islami, Review — fisan @ 8:23 am

Subhanallah! Ceritanya bagus banget… Cinta perempuan yang lembut dan laki-laki yang tabah. Konflik nya tegang dan alur ceritanya lancar dan tidak ada yang menggantung, makanya nih buku dengan 523 halaman bisa selesai dibaca dalam 2 hari, padahal cuma disempetin baca pas berangkat kerja di bis en sebelum tidur… Hampir ajah tadi pagi ditinggal temen2 janjian ngerayain ulang tahun salah satu temen di PIM, gara-gara keasyikan baca nih buku…
“Aku mencintaimu bukan karena aku membutuhkanmu… aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu,” Aariz membisikkan kata-kata itu dengan lembut
“Andai saja kamu cinta pertamaku,” Aariz bergumam. “Itu tidak membuatku sedih,” Zeest memasukkan tangannya ke seputar pingganya. “Beruntunglah laki-laki yang menjadi cinta pertama seorang perempuan tetapi lebih beruntung perempuan yang menjadi cinta terakhir seorang laki-laki”Cerita romans tapi didalamnya mengandung dakwah tentang hijab yang sangat dalam dan bermakna.
Kutipan 1:
“Pak Javeed, pertama-tama, selamat kepada Anda kalau istri anda mengenakan hijab. Anda harus bangga mempunyai istri sebaik itu.”
“Bagaimana perasaan anda tentang hijab, maksud saya sebagai seorang suami”
“Sebenarnya anda memahaminya, itu memberi saya perasaan puas bahwa mata-mata yang kotor tidak dapat mengidentifikasi istri saya, mengenalinya, dan menilainya” Javeed berkata dengan nada gembira.
“Namun bukan itu saja” dia melanjutkan, “percayalah kepadaku… itu rasanya sangat menyenangkan dan menarik. Ketika istri saya yang tertutup rapat di depan orang lain, membuka rambut dan badannya di depan saya, hanya di depan saya. Itu memberikan rasa unik kepada saya, satu rasa kepuasan, kepemilikan. Ya, ia hanya milik saya, ia begitu menarik tetapi daya tariknya hanya untuk saya. Setiap kali saya melihatnya dalam kondisi yang baru. Itu sungguh menggoda, bahkan sensual tetapi dengan cara yang suci. Ia tidak pernah kehilangan pesona dan daya tariknya menurut saya, ia selalu seperti pengantin baru bagi saya. Karena sudah benar-benar puas terhadapnya, saya tidak pernah merasakan ada ketertarikan kepada perempuan lain”
Kutipan 2 Debat ttg Hijab:
“Apakah anda salat?”
“ya, saya shalat, kadang-kadang” dijawab dengan sangat gugup
“Dapatkah anda mendirikan shalat tanpa menutup kepala, rambut dan badanmu?”
“Tentu saja tidak”
“Kemudian kenapa Allah menjadikannya wajib bagi perempuan hingga dia harus mengenakan hijab saat shalat meskipun ia sendirian atau tanpa laki-laki di dekatnya?”
“Jelaskanlah, kenapa Allah… ALLAH yang paling dekat kepada kita menginginkan kita tertutup rapat saat kita melaksanakan shalat?”
“Saya… saya tidak tau, tapi jangan anggap saya adalah seorang pesimis ttg hijab, namun, saya sungguh mengeluhkan tentang cara kalian, kaum fanatik, menggunakannya”
“Seorang pesimis ialah seorang yang mengeluh tentang kebisingan ketika seorang optimis mengetuk”
“Saudara saudari sekalian, Allah menghendaki perempuan mengenakan hijab ketika ia shalat hanya lantaran Allah menyukai ia dalam bentuk sempurna dan terbaiknya saat menghadap dihadapan NYA dalam shalat, sebab ia tidak sempurna tanpa hijab dan penutup”
mmc-depan
Wahai Adinda…
Kupersembahkan Hidup dan Matiku hanya untuk-mu
Bila engkau mati,…Aku pun mati,…
Kisah nyata seorang pemuda yang sangat mencintai istrinya. Ketika sang istri tertimpa sakit dan kemudian mati, maka hati sang pemuda pun hancur, kacau, dan sedih. Dikarenakan cinta dan kasih sayangnya yang teramat dalam terhadap sang istri, maka penderitaan pun dirasa semakin perih. Ditengah-tengah keputus-asaan dan kehampaan hidup, maka sang pemuda pun memilih “jalan pintas” untuk menyusul sang istri tercinta. Dan dengan cara meneguk racun, maka TEWASLAH ia”
Kedudukan dan Perasaan CINTAbertingkat-tingkat di dalam ISLAM.
Cinta bisa bernilai ibadah, bernilai tabiat manusiawi, bernilai maksiat, bahkan cinta bisa menyebabkan seseorang terjebak dalam kesyirikan dan kekufuran kepada ALLAH.
Manisnya Cinta
enlarge
APAKAH nilai sebuah cinta bagi seorang gadis berlesung pipit bernama Ifti Liyana? Sejak bertahun-tahun, sayangnya pada Fredo tidak pernah melimpah. Nalurinya sentiasa menidakkan, benarkah mereka bercinta? Akhirnya, mereka kian jauh dan lelaki itu membawa haluan sendiri. Dia sendiri pasrah! Namun, pandang pertamanya dengan Nazmi, memutikkan perasaan yang aneh. Lelaki itu yang sekejap ada dan hilang seperti menyeru-nyeru semangatnya. Dirinya ibarat mengejar bayang-bayang. Namun, keegoannya sering kali menepis kata hatinya. Tetapi bagaimana dengan rindu yang sarat ini? Berbolak-balik rasa hatinya. Antara keinginan untuk menyayangi dengan rasa pesimis terhadap kejujuran seorang lelaki. Dalam benci ada rindu, dalam sayang dia jadi keliru, apakah Nazmi benar-benar setia pada yang satu? Ah... sukarnya melafazkan kata maaf bila prasangka hampir meleburkan sebuah impian. Ifti Liyana akhirnya akur, cemburu buta dan hipokrit bukanlah sifat terpuji. Dia mengakui, Nazmi lelaki sejati yang diimpikan selama ini.

Selasa, 25 Maret 2014

Sisi Putih Cinta
indahnya cinta, tapi juga bisa sangat menyakitkan. Menceritakan tentang Muti yang tiba tiba harus punya saudara tiri bernama Susi karena Papa Muti menikah dengan mamanya Susi, dan mereka satu rumah, satu sekolahan pula, lalu tiba tiba Susi juga mencintai Ipunk, cowok yang begitu didambakan Muti akan cintanya. Hingga Susi bisa merah Ipunk, lalu tinggalah Muti merana, tapi apa tujuan Susi memiliki Ipunk, Susi yang terlihat nakal dan kampungan karena dia dari keluarga sederhana, Susi yang dibenci Muti karena seenaknya berani meminjam mobil papanya dan sok kuasa di rumah? Kenapa pula dia bisa meraih Ipunk? Apa misi Susi yang sebenarnya…?***


{December 20, 2006}   Kisha
Kisha
kisah cinta segitiga antara Kisha, Nindya dan Sandi. Masing2 mereka punya latar belakang yg berbeda soal keluarga. Kisha harus hang out dari rumahnya yg selama ini bagaikan surga selagi keluarganya utuh, Sandi tak lebih sama karena orangtuanya buron tersangka korupsi, sedangkan Nindya anak seorang penarik Bemo yang lulus tes kedokteran di UI. Perkenalan pertama Sandi ketika tak sengaja dia merampas tas Nindya yang baru pulang dari meminjam uang ke rumah saudaranya, gara gara uang untuk membawa ke dokter orang tuanya dirampas, Nindya tak bisa menyelamatkan nyawanya. Suatu hari Sandi yang merasa bersalah mendatangi rumah Nindya, Sandi sangat bersalah melihat suasana rumah yang begitu sederhana, sangat jauh dibandingkan dengan rumah Kisha dan Sandi sendiri…

AI (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti) winna efendy

cover-ai-final
Judul : AI (Cinta Tak Pernah Lelah Menunggu)
Penulis : Winna Efendi
Tebal halaman : vi + 282 halaman
Penerbit : Gagas Media
Kota : Jakarta

Novel ini berlatar di Negeri sakura, Jepang. Bercerita tentang sepasang sahabat yang sangat akrab sejak kecil, mereka tumbuh bersama.-sama. Saat mereka tumbuh dewasa ‘masalah’ mulai datang. Mereka mulai menyadari perasaan lain antara mereka satu sama lain. Entah sejak kapan mereka mulai tidak lagi saling mencintai dan menyayangi sebagai seorang sahabat. Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap dibelakangmu. Suatu saat, tiba-tiba, kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan.
Sinopsis
Ai dan Sei adalah sepasang sahabat yang tinggal di sebuah desa kecil di Jepang. Rumah mereka bersebelahan, keluarga Ai memiliki usaha pemandian air panas sedangkan keluarga Sei memiliki usaha rumah makan. Sejak SD sampai SMU mereka selalu bersekolah di sekolah yang sama, di kelas yang sama, dan bangkunya bersebelahan. Mereka tak pernah terpisahkan.
Suatu hari muncullah seorang remaja pria dari Tokyo, Shin. Shin adalah remaja pria yang sangat modern dengan gadget-gadgetnya yang canggih. Perlahan Ai dan Sei bersahabat dengan Shin, yang tadinya Ai dan Sei selalu berdua sekarang mereka selalu bertiga bersama Shin. Seiringnya waktu Ai dan Shin saling menyukai, rasa sayang antara pria dan wanita. Bahkan Ai rela ingin mengikuti Shin masuk universitas di Tokyo. Sei mulai tak senang melihat kedekatan antara Shin dan Ai, dia tak mau Ai bersama pria lain dan mengikuti pria lain selain dirinya. Dia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di universitas di desanya. Namun Ai, Shin, juga keluarganya terus mendesaknya untuk kuliah di Tokyo, Sei memang anak yang pintar. Sei pun akhirnya memutuskan kuliah di Tokyo bersama Ai dan Shin.
Di Tokyo mereka tinggal bersama. Mereka terlihat sangat bahagia dapat selalu bersama. KEhidupan di Tokyo tidak mudah apalagi mereka hanya tinggal bertiga tanpa orang dewasa yang mengawasi. Mereka bertiga memutuskan untuk mencari pekerjaan, Ai dan Shin sudah mendapatkan pekerjaan tapi Sei belum. Akhirnya Sei diterima bekerja di sebuah restoran. Di restoran itu Sei bertemu dengan Natsu, gadis yang menyenangkan, menarik, dan ramah. Sei dan Natsu pun menjadi teman dekat, Ai dan Shin pun juga berteman dengan Natsu. Semakin lama hubungan Shin dan Ai semakin serius bahkan mereka sudah bertunangan. Shin melamar Ai dengan cara yang romantis di Tokyo Tower. Tanpa ada yang tahu Sei melihat kejadian itu dan Sei mulai menyadari kalau dia mencintai Ai. Karena kejadian itu Sei berusaha menjauh dari Shin dan Ai, Sei semakin sangat dekat dengan Natsu. Sei dan Natsu pun tinggal bersama.
Saat hari kepindahannya Sei menerima kabar buruk, Shin kecelakaan. Sei pun segera menghubungi Ai dan menuju rumah sakit namun terlamat, Shin tidak dapat terselamatkan. Ai sangat schok. Mereka pun kembali ke desa untuk memakamkan Shin. Ai menjadi sangat berubah setelah kematian Shin, Sei sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya. Sei pun memutuskan untuk tetap tinggal bersama Ai. Natsu sangat kecewa dengan keputusan Sei. Sebenarnya Natsu mencintai Sei dan dia tahu kalau Sei mencintai Ai, dia kira ia dapat membuat Sei melupakan Ai namun Natsu salah.
Seiringnya waktu Ai sudah dapat bangkit kembali walaupun tidak persis seperti dulu tapi dia sudah mulai melakukan kegiatannya seperti biasa. Namun hubungan Natsu dan Ai menjadi aneh. Natsu tidak suka melihat Ai yang seakan mempermainkan Sei. Ai ingin Sei selalu ada disisinya namun Ai belum bisa menerima Sei. Karena Ai berpikir kalau dia menerima Sei itu berarti ia akan mengkhianati Shin. Sei pun memutuskan untuk pergi dari Ai, dia tak ingin membebani Ai.
Sebenarnya Ai menyukai Sei sejak mereka masih bersekolah namun saat itu Sei hanya menganggap Ai sebagai sahabat. Ai pun memendam perasaan sampai akhirnya dia bertemu dengan Shin. Dan saat ini Ai masih teringat bayang-bayang Shin juga keberadaan Natsu jadi dia belum bisa memantapkan perasaannya pada Sei. Ai menemui Sei dirumahnya dia pun meluapkan seluruh perasaannya. Ai tak ingin Sei pergi darinya. Ai ingin Sei selalu ada disampingnya dan bersamanya.
“Hai Sei, Jika kau punya sebuah permohonan, apa yang akan kau minta?”
“Aku akan minta supaya kita bertiga bisa hidup bahagia selamanya.”
“Ya, aku juga.”
“Kalau begitu, kita berdua harus hidup bahagia mulai sekarang, untuk menggantikan Shin.”
“Baiklah. Mari kita hidup dengan bahagia.”
–o0o–
“Ai, apakah yang dikatakan Shin ketika dia mengucapkan selamat tinggal?”
“Kau benar-benar ingin tahu Sei?”
“Tentu saja. Aku sangat penasaran.”
“Dia berkata, hal terpenting dalam cinta adalah persahabatan, dan hal yang terpenting dalam persahabatan… adalah cinta.”
–o0o–
Keseluruhan novelnya Cukup bagus dan bagus buat dibaca, ceritanya juga mudah untuk di pahami, soo… rekomendasi yang baik deh untuk di baca